Apa perbedaan IP Address (alamat IP) dinamis (dynamic/dhcp) dan statis (static) dalam jaringan komputer? serta apa kelebihan dan kekurangan alamat ip statis dan dinamis, fungsinya dan mana yang lebih baik untuk digunakan?
KacaTeknologi.com - Dalam dunia jaringan komputer terdapat dua jenis IP yaitu statis (static) dan dinamis (dynamic). Masing-masing jenis IP tersebut sangat berperan penting dalam pengalamatan jaringan komputer sehingga dapat kita gunakan dengan lancar sampai saat ini.

Apa itu IP Address?

Alamat IP adalah nomor unik yang ditetapkan untuk setiap perangkat di jaringan TCP / IP. Sama seperti alamat rumah Anda yang memungkinkan orang untuk tahu ke mana harus mengirim paket belanja online Anda, alamat IP mengidentifikasi komputer dan perangkat dan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain.

Mungkin Anda sudah sering melihat angka legenda seperti 192.168.1.1? Jika iya, berarti Anda tidak terlalu awam dalam dunia IP ini. Angka tersebut mempresentasikan alamat IP dari jenis kelas C, di mana jenis kelas dalam IP dimulai dari A-E.

Berikut adalah macam-macam jenis kelas IP Address dalam bilangan desimal:
  • Kelas A: 1-126
  • Kelas B: 128-191
  • Kelas C: 192-223
  • Kelas D: 224-239
  • Kelas E: 240-255
Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang basic IP, karena artikel ini bertujuan untuk membahas perbedaan antara IP Address statis dan dinamis.

Sebenarnya jika Anda mengketikkan alamat website di browser, maka website tersebut memiliki alamat IP sendiri yang berbeda dari alamat yang lain. Tentunya alamatnya dalam berbentuk angka.
Jika Anda perhatikan pada gambar di atas, alamat IP dari situs KacaTeknologi.com adalah 172.217.17.83, lalu bagaimana bisa alamat IP tersebut berubah menjadi nama/huruf? Di sinilah Anda harus tahu akan peran DNS (Domain Name System).

Oh iya, Anda juga perlu tahu bahwa jenis IP Address ini terbagi menjadi 2, yaitu IPv4 dan IPv6.

Apa itu IP Address Statis (Static)?

Alamat IP statis adalah jenis alamat yang tidak berubah alias tetap. Apabila perangkat Anda diberikan alamat IP statis, angka tersebut biasanya tetap sama sampai perangkat dinonaktifkan atau arsitektur jaringan Anda berubah. Alamat IP statis umumnya digunakan oleh server atau peralatan penting lainnya (dikhususkan).

Sebuah alamat IP statis juga diberikan oleh Internet Service Provider (ISP) pada setiap pelanggannya. Misalkan Anda berlangganan layanan internet, maka Anda akan diberikan satu alamat IP statis agar Anda bisa menggunakan layanan internet.

Baca Juga : Cara Melacak IP Address Orang Lain yang Sedang Online Dalam Jarak Jauh

Setelah itu, barulah Anda bisa menyebarkan IP statis tersebut ke host-host komputer yang terkoneksi kepada jaringan internet Anda baik itu secara statis maupun dinamis. Sebagai contoh, Anda mendapatkan alamat IP internet dari ISP adalah 172.222.12.77, kemudian pada modem/router diatur gateway-nya adalah 192.168.1.1. Maka jika perangkat (seperti komputer) Anda ingin terhubung, Anda perlu mengatur alamat IP di komputer menjadi 192.168.1.2.

Alasan Anda harus mengatur alamat IP seperti itu karena IP statis ini bersifat manual, yang artinya Anda harus setting satu persatu.

Apa itu IP Address Dinamis (Dynamic)?

Seperti namanya, dinamis berarti terus-menerus berubah berarti alamat IP dinamis tentu akan selalu berubah setiap saat. Alamat dinamis ini ditetapkan sesuai kebutuhan oleh server pemberi alamat dinamis, yaitu Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).

Kita ambil contoh, terdapat free-hotspot di area publik. Nah Anda mencoba untuk mengkoneksikan smartphone Anda kepada hotspot tersebut, lalu biasanya Anda akan otomatis terkoneksi tanpa harus mengatur alamat IP terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan alamat IP yang diatur pada hotspot tersebut adalah dinamis, Anda bisa mendapatkan alamat IP secara otomatis, hanya saja setiap kali Anda mengkoneksikan ulang maka IP akan berubah-ubah.

Antara IP Statis dan Dinamis: Mana yang terbaik untuk digunakan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat tentang kebutuhannya terlebih dahulu. Sebenarnya, Anda ini ingin menggunakannya untuk apa? apakah untuk jaringan skala kecil? ataukah skala besar? atau mungkin ada host yang diberikan akses khusus?

Perhatikan macam-macam kebutuhan penggunaan IP di bawah ini:
  1. Saya memiliki 10 komputer pada sebuah divisi di kantor dan saya ingin semua komputer memiliki alamat yang tetap agar saya tahu alamat dari masing-masing komputer yang sudah diberi nomor.
  2. Saya memiliki Access Point untuk menyebarkan sinyal wireless di ruang tamu agar para tamu saya bisa mendapatkan akses internet dengan mudah.
Dari kedua permasalahan di atas, kira-kira apa yang bisa Anda simpulkan? tentu untuk menjawab persoalan pertama, Anda harus menggunakan IP statis. Alasannya karena saya ini butuh alamat tetap dan juga ingin membatasi client yang dapat terkoneksi di divisi tersebut. Selain itu, dikarenakan jumlah client yang tidak terlalu banyak, maka untuk mengaturnya akan menjadi lebih mudah.

Sekarang lanjut ke persoalan kedua, di atas dijelaskan bahwa saya ingin tamu-tamu saya ini memiliki akses internet dengan mudah. Otomatis yang harus kita pilih adalah IP dinamis. Alasannya karena saya tidak mau repot-repot mengatur alamat IP tamu saya satu persatu dan saya tidak pernah tahu berapa banyak tamu yang akan datang ke rumah bukan?

Jadi intinya, apabila Anda ingin membedakan jaringan divisi satu dengan divisi yang lain, menginginkan alamat IP yang tetap, dan cenderung digunakan untuk jumlah client yang relatif kecil maka disarankan untuk menggunakan jenis IP statis.

Begitupun sebaliknya, apabila Anda tidak mau repot-repot mengatur alamat IP, ingin memberikan akses bebas bagi client, dan jumlah client relatif lebih beasr maka disarankan untuk menggunakan jenis IP dinamis.

Sampai sini paham kan? mungkin jika Anda ingin yang simple Anda pasti memilih jenis yang dinamis. Hanya saja, diantara keduanya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang wajib Anda ketahui.

Kelebihan Alamat IP Statis

Ada banyak keuntungan menggunakan alamat IP statis. Berikut adalah keuntungan dalam menggunakan alamat IP statis (static IP) secara umum:

1. Dukungan DNS yang Lebih Baik

Alamat IP statis akan lebih mudah diatur dan dikelola dengan server DNS. Hal ini dikarenakan alamatnya tidak berubah-ubah sehingga proses pengelolaan akan menjadi lebih mudah dilakukan.

2. Membuat Server Hosting Menjadi Tertata

Jika Anda meng-hosting server web, server email, atau server jenis apa pun lainnya, memiliki alamat IP statis memudahkan pelanggan untuk menemukan Anda melalui DNS. Mudahnya, hal itu berarti lebih cepat bagi klien untuk sampai ke situs web dan layanan Anda jika mereka memiliki alamat IP statis.

3. Akses Jarak Jauh yang Mudah

Alamat IP statis membuat pengontrolan dari jarak jauh menjadi lebih mudah. Contohnya seperti menggunakan Virtual Private Network (VPN) atau program akses jarak jauh lainnya.

4. Komunikasi yang Lebih Handal

Alamat IP statis memudahkan penggunaan Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk telekonferensi atau komunikasi suara dan video serta komunikasi lainnya menjadi lebih mudah.

5. Layanan Lokasi Geografis yang Lebih Handal

Dengan alamat IP statis, layanan dapat mencocokkan alamat IP dengan lokasi fisiknya. Misalnya, jika Anda menggunakan layanan cuaca lokal dengan alamat IP statis, Anda mungkin akan mendapatkan laporan cuaca yang Anda perlukan dari satu lokasi saja daripada laporan cuaca secara keseluruhan/kota lain.

6. Alamat Host Menjadi Lebih Jelas

Dengan tidak berubahnya alamat pada host seperti komputer, maka Anda akan lebih mudah dalam mengetahui alamat dari perangkat satu ke perangkat lainnya itu berapa? terlebih lagi Anda bisa menyesuaikan alamat-alamat komputer sesuka hati Anda.

Kekurangan Alamat IP Statis


1. Lebih Mudah Diretas

Dengan alamat IP statis, peretas tahu persis di mana server Anda berada di Internet. Hal ini membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk menyerang server karena alamatnya tidak akan berubah.

2. Diperlukan Setting Satu Persatu

Seperti yang sudah dibahas, hal ini tentu akan membuat Anda menjadi kerja dua kali dari biasanya dan akan memakan waktu yang lebih banyak.

3. Bisa Terjadi Tabrakan IP (Collision)

Dikarenakan mengatur alamatnya adalah secara manual, bisa saja adanya tabrakan IP pada jaringan. Sebagai contoh Anda sudah memberi alamat komputer 1 dengan alamat 192.168.1.1, kemudian Anda malah menerapkan hal yang sama pada komputer 2 dan hal ini akan menyebabkan terjadinya IP conflict yang mengakibatkan jaringan menjadi tidak connect.

Kelebihan Alamat IP Dinamis

Alamat IP dinamis lebih mudah dikelola untuk digunakan daripada alamat IP statis.

1. Mudah Dengan Pengalamatan Otomatis

Dengan alamat IP dinamis, server DHCP secara otomatis akan memberikan perangkat dengan alamat IP yang tersedia. Sehingga, Anda tidak perlu melakukan apa pun.

2. Pengalamatan Tidak Terbatas

Alamat dinamis memungkinkan Anda untuk menggunakan kembali alamat IP yang ada. Di dalam jaringan, perangkat Anda secara otomatis dikonfigurasi dengan alamat IP dinamis baru sesuai kebutuhan. Misalnya, jika Anda memiliki komputer baru, Anda tidak harus menghapus alamat yang lama secara manual atau menetapkan alamat baru ke komputer baru tersebut. Karena komputer baru jika terkoneksi akan otomatis mendapatkan alamat IP yang belum dipakai oleh perangkat lain.

3. Keamanan yang Lebih Baik

Dengan alamat IP dinamis, sulit bagi para hacker untuk mencari target pada perangkat yang terkoneksi ke jaringan Anda. Anda juga dapat menambah keamanan Anda dengan VPN.

Kekurangan Alamat IP Dinamis


1. Lebih Sering Down

Meskipun tidak sering terjadi, terkadang ISP Anda tidak dapat memberikan Anda alamat IP dinamis. Hal ini tentu dapat mengganggu koneksi internet Anda.

2. Alamat yang Tidak Beraturan

Karena semuanya serba otomatis, maka tidak menutup kemungkinan komputer 1 akan mendapatkan nomor 200 misalnya. Hal ini tentu akan membuat bingung dan tentunya Anda perlu mengecek satu persatu komputer untuk mengetahui alamatnya.

3. Akses Jarak Jauh yang Terbatas

Dengan tidak tetapnya alamat IP, jika Anda ingin mengontrol jaringan dari jarak jauh tentu Anda akan pusing sendiri, Anda harus mengontrol alamat yang mana karena selalu berubah-ubah.

Kesimpulan

Biasanya, alamat IP statis cocok digunakan untuk bisnis, yang meng-host situs web mereka sendiri dan layanan internet. Alamat IP statis juga berfungsi dengan baik ketika Anda memiliki pekerja jarak jauh yang dapat mengakses melalui VPN. Tentunya hal ini juga cocok digunakan untuk jaringan skala kecil

Sedangkan alamat IP dinamis cocok untuk digunakan jaringan skala besar dan keamanan yang lebih terjamin.

Mungkin itu saja untuk kali ini, saya harap artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk bagikan artikel ini dan klik iklan agar situs tetap hidup.