Mengenal apa itu desain grafis? unsur & prinsip desain grafis dan manfaat serta fungsinya. Pengertian desain grafis adalah proses komunikasi secara visual.
Apa itu desain grafis? Ya, pertanyaan tersebut kerap muncul di benak kita saat hendak mempelajari ilmu tersebut. Pada dasarnya, desain grafis penting dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan serta tujuan desain grafis, tak lepas dari kebutuhan seperti tugas sekolah, pekerjaan, hingga model bisnis lainnya. Ada banyak cara untuk memahami ilmu yang satu ini.

Tak hanya satu atau dua, terdapat pula beberapa unsur desain grafis yang perlu dipelajari agar tidak salah kaprah. Hal tersebut perlu disempurnakan dengan melihat beberapa contoh desain grafis dari tangan profesional demi mengetahui pakem-pakem yang ada.

Keperluan seperti membuat kartu nama, logo, ucapan selamat ulang tahun, dan sebagainya, tak lepas dari pemahaman mengenai apa itu desain grafis. Semua orang bisa mempelajari langkah demi langkah agar semakin piawai dan terasah.

Guna mengenal apa itu desain grafis secara mendalam, Anda perlu memahami sejarah yang ada dari awal sampai sekarang. Agar lebih jelas, simak sebagai berikut...

Mengenal Apa itu Desain Grafis

Jadi, apa itu desain grafis? Secara garis besar, pengertian desain grafis adalah sebuah proses komunikasi visual melalui penggunaan tipografi, fotografi, ikonografi dan ilustrasi. Saat mengerjakan desain grafis, kita dihadapkan dengan proses pembuatan dan penggabungan simbol, gambar, serta teks guna membentuk representasi visual atas ide yang ingin ditonjolkan.

Pengaplikasian atau contoh desain grafis dapat dilihat secara jelas pada logo sebuah produk, editorial dalam media cetak hingga online, iklan, pranala situs, kemasan, dan lain-lain. Itulah mengapa desain grafis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, jika ditinjau lebih dalam, tujuan desain grafis adalah menyelesaikan masalah hingga mencapai tujuan tertentu menggunakan output yang telah disebutkan di atas.

Tak sekadar menciptakan gambar, Desain grafis berkomunikasi secara visual. Anda yang ingin mendalami bidang tersebut, perlu memperlajari hal-hal sebagai berikut:
  • Mengatur elemen pada halaman secara mumpuni.
  • Mengelompokkan informasi dalam pemahaman yang mudah dimengerti.
  • Menyajikan penjelasan dengan cara yang komunikatif dan sejelas mungkin.
  • Mengajak pembaca untuk memahami alur yang diterangkan.
  • Memilih warna dan font yang tepat agar hasilnya dapat estetis.
  • Menggunakan kontras dan metode lain untuk menarik mata.
Masih banyak lagi hal-hal yang perlu dipahami terkait apa itu desain grafis. Terdengar sulit, namun semua hal itu bisa Anda pelajari kapanpun dan di manapun.

Kendati demikian, butuh waktu dan latihan dengan rajin seperti upaya yang bermanfaat. Sama halnya dengan profesi lain, kita perlu mendedikasikan diri guna memahami keinginan serta tujuan desain grafis yang hendak dikerjakan.

7 Unsur Desain Grafis yang Perlu Dipahami Sejak Awal

Berdasarkan penjelasan ahli, unsur desain grafis merupakan sebuah pondasi yang membentuk struktur dan pesan visual. Elemen-elemen tersebut penting dalam membangun sebuah desain.

Memahami unsur desain grafis, sama dengan mempelajari apa itu desain grafis secara keseluruhan. Setiap elemen saling berkesinambungan dalam membentuk pesan visual.

Apa saja unsur desain grafis yang penting untuk Anda dipelajari? Simak poinnya di bawah ini:

1. Warna (Color)

Warna adalah hasil dari pantulan cahaya dari suatu benda ke mata kita. Warna yang dilihat mata, ditentukan oleh pigmen objek itu sendiri.

Warna adalah hasil dari pantulan cahaya dari suatu benda ke mata kita. Warna yang dilihat mata, ditentukan oleh pigmen objek itu sendiri.

Teori warna dan roda warna sering disebut sebagai kompilasi kombinasi dalam desain visual. Warna kerap dianggap sebagai elemen penting karena mewakili bahasa universal yang menghadirkan banyak komunikasi.

2. Garis (Line)

Garis adalah elemen seni yang didefinisikan oleh suatu titik yang bergerak di ruang angkasa. Garis bisa vertikal, horizontal, diagonal atau melengkung dan dapat berupa lebar atau tekstur.
Garis adalah elemen seni yang didefinisikan oleh suatu titik yang bergerak di ruang angkasa. Garis bisa vertikal, horizontal, diagonal atau melengkung dan dapat berupa lebar atau tekstur.

Ada berbagai jenis garis selain dari yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya, Anda bisa memiliki garis yang horizontal dan zig-zag atau garis yang vertikal dan zig-zag.

Garis yang berbeda membuat suasana hati yang berbeda pula. Ya, semua itu tergantung pada suasana hati yang Anda gunakan untuk membuat garis tersebut.

3. Bentuk (Shape)

Bentuk atau shape merupakan area dua dimensi yang menonjol dari ruang sekitar gambar tersebut. Hal itu terjadi karena adanya batas, perbedaan nilai, warna, atau tekstur.
Bentuk atau shape merupakan area dua dimensi yang menonjol dari ruang sekitar gambar tersebut. Hal itu terjadi karena adanya batas, perbedaan nilai, warna, atau tekstur.

Seperti yang kita tahu, bentuk dapat dikenali dengan mudah dan biasanya terdiri dari elemen desain lain. Sebagai contoh, kotak yang digambar di selembar kertas dapat dianggap pula sebagai serangkaian garis.

4. Tekstur (Texture)

Tekstur juga dapat menciptakan tampilan tiga dimensi yang diimplementasikan pada permukaan dua dimensi.
Jika Anda ingin memahami tekstur, coba lihat situs web dan beberapa desain grafis memang mengandalkan tampilan dan kesan tekstur pada layar. Secara garis besar, tekstur mengacu pada kualitas fisik dan visual dari suatu permukaan.

Tekstur juga dapat menciptakan tampilan tiga dimensi yang diimplementasikan pada permukaan dua dimensi. Tujuan desain grafis lewat tekstur adalah membantu menampilkan visual yang imersif.

5. Ruang (Space)

 ruang berkaitan dengan area yang jauh dalam sebuah desain. Ruang bertugas memperhatikan penciptaan ilusi dimensi ketiga pada permukaan datar.
Merujuk pada desain, ruang berkaitan dengan area yang jauh dalam sebuah desain. Ruang bertugas memperhatikan penciptaan ilusi dimensi ketiga pada permukaan datar.

Bagi sejumlah kalangan, ruang merupakan salah satu aspek yang paling sering digunakan namun disalahpahami dalam mendesain halaman. Bagian-bagian yang dibiarkan kosong, apakah itu putih atau warna lain, justru malah membantu membuat desain tampak utuh.

6. Tipografi (Typography)

Salah satu bagian terpenting dari contoh desain grafis yang baik adalah tipografi. Seperti warna, tekstur, dan bentuk, font yang kita pakai dapat menekankan sebuah ciri tertentu.
Salah satu bagian terpenting dari contoh desain grafis yang baik adalah tipografi. Seperti warna, tekstur, dan bentuk, font yang kita pakai dapat menekankan sebuah ciri tertentu.

Sebagai contoh, font dalam berita seringkali tampak tegas karena ingin menonjolkan kesan yang serius, lugas, serta mengusung fakta. Kemudian saat melihat kedai kopi berkonsep jadul, sang desainer biasanya memilih font bertema vintage agar sesuai tema.

Kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat amatlah penting. Namun di balik itu semua, gaya dari kata-kata tersebut sama pentingnya.

7. Skala (Size)

Bermain dengan skala, ukuran objek, bentuk, tipe, dan elemen lainnya mampu menimbulkan ketertarikan dalam diri.
Bermain dengan skala, ukuran objek, bentuk, tipe, dan elemen lainnya mampu menimbulkan ketertarikan dalam diri. Namun jika diperhatikan, apakah Anda bakal bosan bila melihat ukuran setiap bagian desain itu sama? Tentu saja iya!

Baca Juga : Kesalahan yang Harus Dihindari Dalam Desain Grafis

Berangkat dari hal tersebut, variasi ukuran dan skala bakal sangat bergantung pada konten di dalamnya. Perbedaan kecil dan besar, dapat menciptakan konsep yang ramai dan lebih beragam.

6 Prinsip Desain Grafis yang Wajib Anda Ketahui

Pada bagian pertama, sudah dibahas mengenai elemen dasar dari desain grafis. Pada bagian ini, kita akan melihat sedikit lebih dalam mengenai prinsip desain grafis. Prinsip desain grafis ini sangat penting untuk dipelajari karena prinsip ini yang dapat membedakan kualitas seorang desainer.

Beberapa prinsip yang dibahas pada artikel ini mungkin sulit untuk disadari. Tetapi, prinsip dalam dunia desain akan selalu ada meskipun tidak begitu terlihat. Oleh karenanya, mengetahui prinsip desain grafis akan membuat Anda menjadi lebih paham mengenai ilmu ini.

1. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah bagaimana elemen desain grafis dapat didistribusikan ke seluruh tata letak yang ada. Jika keseimbangan desain baik, maka stabilitas pun terjamin.
Keseimbangan adalah bagaimana elemen desain grafis dapat didistribusikan ke seluruh tata letak yang ada. Jika keseimbangan desain baik, maka stabilitas pun terjamin.

Untuk melihat keseimbangan dalam sebuah desain, kita perlu mengetahui tiga jenis keseimbangan: simetris (symmetric), asimetris (asymmetric), dan radial. Simetris menunjukan antara kedua sisi desain serupa dalam bentuk, garis, tekstur dan sebagainya.

Adapun jenis keseimbangan kedua dapat disebut asimetris ketika kedua sisi desain tidak terlihat sama, tetapi masih memiliki elemen yang serupa. Sedangkan keseimbangan radial didapati ketika elemen desain ditempatkan dengan pola melingkar.

2. Dominan dan Prioritas (Dominance and Priority)

Prinsip dominan dan prioritas sangatlah erat hubungannya karena memiliki banyak kaitan dengan desain agar mudah dipahami.
Kedua prinsip ini sangatlah erat hubungannya karena memiliki banyak kaitan dengan desain agar mudah dipahami. Kekurangan dominan dan prioritas dalam desain hanya akan membuat unsur desain menjadi membingungkan.

Dalam dunia desain contohnya pada situs web, terdapat tiga prioritas. Pertama ada headline yang merupakan elemen utama yang akan dilihat orang pertama kali. Kedua terdapat gambar, poin, atau navigasi situs yang memudahkan pengunjung untuk mengerahui strukturnya. Adapun yang terakhir adalah informasi seperti link footer, informasi meta deskripsi dsb.

Bayangkan saja jika desain situs berantakan karena tidak memperhatikan prinsip dominan dan prioritas, akhirnya kita tidak dapat membedakan mana headline, navigasi, dan link footer mungkin kita sudah meningalkan situs web tersebut. Berbeda halnya jika situs memiliki desain yang jelas maka kita akan dengan mudah memahami apa maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

3. Proporsi (Proportion)

Proporsi, dominan dan prioritas memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika Anda meneliti lebih lanjut mengenai proporsi, penggunaan sesuatu misalnya teks yang lebih besar dan tebal tentu memiliki dampak yang lebih kuat dibandingkan teks yang dibuat kecil dan tipis.
Proporsi, dominan dan prioritas memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika Anda meneliti lebih lanjut mengenai proporsi, penggunaan sesuatu misalnya teks yang lebih besar dan tebal tentu memiliki dampak yang lebih kuat dibandingkan teks yang dibuat kecil dan tipis.

Itulah gunanya proporsi dalam dunia desain, Anda harus mampu mengidentifikasikan mana bagian yang perlu ditonjolkan utama dan mana bagian yang memang perlu ditonjolkan setelahnya. Dengan demikian, orang lain akan lebih mudah memahami maksud dan tujuan dari desain yang Anda buat.

4. Kontras (Contrast)

Memiliki kontras yang baik dan cukup antara elemen satu dengan elemen yang lain akan membuat desain kita menjadi lebih sempurna.
Memiliki kontras yang baik dan cukup antara elemen satu dengan elemen yang lain akan membuat desain kita menjadi lebih sempurna. Anda juga perlu memperhatikan kontras yang seimbang diantara elemen yang lain agar semua elemen dapat dipadukan. 

Jika kontras yang dimiliki tinggi, maka setiap elemen yang ada akan terlihat berbeda. Keseimbangan pada kontras dapat dibuat melalui warna, namun belakangan ini kontras juga sudah melebar melalui tipografi dan tekstur.

5. Ritme (Rhythm)

Ritme adalah prinsip desain yang fokus kepada gerakan atau tindakan. Ritme biasanya digunakan dan dicapai melalui pengulangan garis, bentuk, warna, dan masih banyak lagi.
Ritme adalah prinsip desain yang fokus kepada gerakan atau tindakan. Ritme biasanya digunakan dan dicapai melalui pengulangan garis, bentuk, warna, dan masih banyak lagi. Hal ini akan menciptakan tempo visual dalam karya seni dan menjadi prinsip yang mudah untuk dinikmati oleh mata pemirsa.

6. Harmoni dan Kesatuan (Harmony and Unity)

Harmoni adalah prinsip seni yang menciptakan keterpaduan dengan menekankan kesamaan pada bagian yang terpisah agar tetap terkait.

Harmoni adalah prinsip seni yang menciptakan keterpaduan dengan menekankan kesamaan pada bagian yang terpisah agar tetap terkait. Sedangkan Unity adalah prinsip seni yang memberi karya seni mengenai perasaan "kesatuan". Kesatuan dan harmoni adalah hampir serupa, tetapi kesatuan memiliki arti lebih luas.

Apa yang Harus Dilakukan Seorang Desainer Grafis?

Jika Anda berkeinginan menjadi seorang desainer grafis / graphic designer, untuk yang pertama Anda perlu memahami tujuan dan maksud dari diri Anda terlebih dahulu. Anda ini membuat desain untuk apa dan siapa?

Anda bisa memulai mencoba membuat desain seperti logo, poster, tampilan situs / aplikasi, dan semacamnya. Anda juga harus familiar dengan alat untuk membuat desain seperti Adobe Illustrator, Photoshop, InDesign dll.

Adapun peran seorang desainer grafis dalam dunia kerja lebih mengacu pada pemahaman yang baik antara klien dengan desainer. Seorang desainer harus memahami betul apa maksud klien dan hasil desainnya haruslah memiliki maksud dan tujuan yang jelas alias mudah dimengerti meskipun oleh orang yang tidak paham desain sama sekali.

Namun, seorang desainer juga perlu mengatakan "tidak!" kepada orang yang tidak menghargai karyanya. Ya, mungkin Anda sering dengar dengan istilah "Desain grafis bukan desain gratis".

Fungsi dan Tujuan Desain Grafis dalam Kehidupan Sehari-hari

Tujuan desain grafis ada dalam kehidupan sehari-hari, tak lain adalah menciptakan dinamika dalam pesan visual. Baik disadari ataupun tidak, contoh desain grafis dapat dilihat pada berbagai macam aspek serta permukaan.

Lihatlah buku di samping Anda, telepon dalam genggaman tangan, tanda lalu lintas, situs web yang Anda jelajahi. Semua barang ini telah dieksekusi dengan cermat dan penuh pertimbangan oleh para desainer. Itulah contoh desain grafis yang dapat dilihat secara gamblang.

Desain membantu kita terlibat, membuat kita terhubung ke dunia, membantu kita menavigasi jalan kita melalui ruang fisik dan digital. Ia juga memiliki kekuatan untuk membujuk dan memberdayakan proses pengambilan keputusan kami.

Kini sudah paham ‘kan, garis besar terkait apa itu desain grafis? Jika iya, tugas Anda selanjutnya adalah mempraktikkan berbagai macam bentuk, melihat karya visual populer di luar sana, dan upaya lainnya. Selamat mencoba!

Note: The pictures above do not belong to KacaTeknologi.com if you are the owner of the picture and want to remove it please contact us here.