Apa itu Business Intelligence? Definisi, Komponen, & Contohnya

oleh | Jul 10, 2020 | Dunia Komputer, Tips Informasi

Memahami pengertian apa itu business intelligence, komponen, contoh, implementasi, keuntungan, dan kerugian menggunakan business intelligence dalam dunia bisnis

KacaTeknologi.com • Apa itu Business Intelligence – Kemajuan zaman di bidang teknologi menghadirkan banyaknya solusi terhadap pekerjaan manusia. Sudah tidak aneh apabila pekerjaan manusia sendiri banyak memanfaatkan teknologi karena pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dengan hasil yang baik.

Pada revolusi industri 4.0 ini kita dituntut untuk selalu beradaptasi menggunakan teknologi agar diri memiliki value yang tinggi di mata orang lain, terlebih lagi bagi Anda yang ingin mencari pekerjaan wajib melek teknologi, jika tidak maka Anda akan dikalahkan oleh para competitors. Termasuk penggunaan teknologi dalam bisnis yang lebih dikenal dengan sebutan Business Intelligence. Lalu, apa pengertian dari Business Intelligence?

Mengenal Business Intelligence, Membuat Data Menjadi Lebih Mudah Dibaca


Apa itu Business Intelligence?

BI (Business Intelligence) atau dikenal juga dengan sebutan intelijensi bisnis adalah serangkaian proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna yang mendorong tindakan bisnis yang menguntungkan.
BI (Business Intelligence) atau dikenal juga dengan sebutan intelijensi bisnis adalah serangkaian proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna yang mendorong tindakan bisnis yang menguntungkan. BI sendiri dapat disebut juga sebagai serangkaian perangkat lunak dan layanan untuk mengubah data menjadi kecerdasan dan pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti.
BI memiliki dampak secara langsung pada pengambilan keputusan yang strategis, taktis dan operasional. BI sendiri dapat memudahkan kita untuk mengambil keputusan berdasarkan fakta pada data historis dibandingkan hanya menggunakan asumsi saja.
Alat pada BI digunakan untuk menganalisis data dan membuat laporan, ringkasan, dasbor, peta, grafik, dan bagan untuk memberikan pengguna informasi secara terperinci tentang sifat bisnis.

Mengapa Business Intelligence Begitu Penting Dalam Bisnis?

  • BI dapat membuat KPI (Key Performance Indicators) berdasarkan data historis.
  • Bi dapat mengidentifikasi dan mengatur tolak ukur untuk berbagai proses.
  • Dengan hadirnya sistem BI, sebuah bisnis dapat dengan mudah mengidentifikasi tren pasar dan menemukan masalah pada bisnis yang perlu segera ditangani.
  • BI dapat membantu memvisualisasikan data yang dapat meningkatkan kualitas data dan juga kualitas pengambilan keputusan yang baik.
  • Sistem BI juga dapat digunakan oleh UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Permasalahan Apa Saja yang Mendorong Dikembangkannya Aplikasi Business Intelligence?

Business Intelligence juga dapat menjadi solusi apabila Anda memiliki masalah seperti yang disebutkan di bawah:
  • Bingung dalam mendapatkan informasi yang jelas mengenai perjalanan bisnis karena kurang jelasnya informasi yang didapatkan.
  • Tidak mengetahui dari mana sumber pendapatan terbesar dalam perusahaan atau bisnis yang dijalani dan kapan waktu disaat bisnis mengalami penurunan pendapatan.
  • Perusahaan tidak memiliki pengukuran kinerja dalam rentang waktu tertentu.
  • Tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh user saat ini dan apa yang harus ditingkatkan untuk menjaga intensitas user.
  • Bingung dalam menentukan keputusan bisnis karena tidak memiliki data yang akurat.
Singkatnya, BI dapat membuat Anda mengetahui seluk beluk bisnis yang Anda jalankan berdasarkan data. Jika Anda adalah seorang penulis atau pemilik website mungkin sudah tidak asing mendengar Google Analytics. Nah Google Analytics juga dapat dikatakan bagian dari BI karena dapat menampilkan data yang akurat dan jelas.

Komponen Utama Business Intelligence

OLAP (Online Analytical Processing) Komponen BI ini memungkinkan eksekutor untuk mengurutkan dan memilih agregat data untuk pemantauan yang strategis.
Terdapat lima komponen dari Intelijensi Bisnis, yaitu:

1. OLAP (Online Analytical Processing)

Komponen BI ini memungkinkan eksekutor untuk mengurutkan dan memilih agregat data untuk pemantauan yang strategis. Dengan bantuan produk perangkat lunak tertentu, sertifikasi dalam intelijen bisnis membantu pemilik bisnis dapat menggunakan data untuk melakukan penyesuaian pada keseluruhan proses bisnis yang ada.

2. Advanced Analytics or Corporate Performance Management (CPM)

Serangkaian alat ini memungkinkan para pemimpin bisnis untuk melihat statistik produk atau layanan tertentu. Misalnya soal penjualan barang, mereka dapat menganalisis penjualan barang-barang tertentu dan memantau barang mana yang memiliki performa terbaik pada perusahaan mereka. Data juga dapat digunakan untuk memprediksi di mana pasar produk baru mungkin memiliki kesuksesan terbaik.

3. Real-Time BI

Pada perangkat ponsel, komponen BI ini menjadi semakin populer. Dengan hadirnya Real-Time BI, bisnis dapat merespons tren secara real-time pada email, sistem pengiriman pesan (messaging) atau bahkan tampilan digital. Karena semuanya disajikan dalam waktu yang nyata, hal ini akan memudahkan seorang pebisnis untuk mengumumkan dan memanfaatkan apa yang terjadi dalam waktu dekat.

4. Data Warehousing

Data Warehousing memungkinkan para pemimpin bisnis untuk menyaring subset data dan memeriksa komponen yang saling terkait yang dapat membantu mendorong bisnis menjadi lebih baik. Melihat data penjualan selama beberapa tahun dapat membantu meningkatkan pengembangan produk atau menyesuaikan penawaran musiman. 

Pergudangan data juga dapat digunakan untuk melihat statistik proses bisnis termasuk bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Misalnya, pemilik bisnis dapat membandingkan waktu pengiriman di berbagai fasilitas untuk melihat proses dan tim mana yang bekerja paling efisien. Pergudangan data juga melibatkan penyimpanan data dalam jumlah besar dengan cara yang bermanfaat bagi berbagai divisi dalam perusahaan.

5. Data Sources

Komponen BI ini melibatkan berbagai bentuk data yang disimpan. Komponen inilah yang bertugas untuk mengambil data mentah dan mengolahnya menggunakan aplikasi untuk membuat sumber data yang lebih bermakna yang dapat digunakan oleh masing-masing divisi untuk memberikan dampak positif bagi bisnis. 
Seorang BI Analyst yang menggunakan strategi ini dapat membuat data untuk dimasukkan ke dalam spreadsheet, diagram lingkaran, tabel atau grafik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bisnis. 
Misalnya, data dapat digunakan untuk membuat presentasi yang menjelaskan pencapaian yang dilakukan oleh tim. Melihat aspek strategis dari sumber data juga dapat membantu organisasi membuat keputusan berdasarkan fakta yang memperhitungkan pandangan yang lebih holistik terhadap kebutuhan perusahaan.

Bagaimana Implementasi Business Intelligence?

  1. Untuk yang pertama, data mentah dari database perusahaan akan diekstrak kemudian disebar di berbagai sistem.
  2. Data diubah menjadi data warehouse.
  3. Dengan menggunakan sistem BI, pengguna dapat mengajukan pertanyaan, meminta laporan ad-hoc atau melakukan analisis lainnya.

Contoh Business Intelligence Pada Praktik Lapangan

Dalam sistem Online Transaction Processing (OLTP) informasi yang dapat dimasukkan ke dalam basis data produk dapat berupa:  Penambahan lini produk Perubahan harga produk
Via : guru99.com
Dalam sistem Online Transaction Processing (OLTP) informasi yang dapat dimasukkan ke dalam basis data produk dapat berupa:
  • Penambahan lini produk
  • Perubahan harga produk
Dalam database iklan kueri sistem OLTP yang dapat dieksekusi adalah:
  • Perubahan dalam opsi iklan
  • Peningkatan anggaran radio

Dalam sistem OLTP yang berurusan dengan basis data demografis pelanggan, data yang dapat diumpankan berupa:

  • Peningkatan batas kredit pelanggan
  • Perubahan tingkat gaji pelanggan

Adapun contoh riil pada kehidupan sehari-hari adalah seperti kisah pemilik hotel ini:
Pemilik hotel menggunakan aplikasi analitik BI untuk mengumpulkan informasi statistik mengenai rata-rata hunian dan tarif kamar per bulannya. Hal ini tentu akan membantu analyst untuk menemukan pendapatan agregat yang dihasilkan per kamar.

Hal itu juga dapat mengumpulkan statistik tentang pangsa pasar dan data dari survei pelanggan dari masing-masing hotel untuk memutuskan posisi kompetitif di berbagai pasar.

Dengan menganalisis tren ini dari tahun ke tahun, bulan ke bulan dan hari ke hari akan membantu pihak manajemen untuk menawarkan diskon pada penyewaan kamar sehingga akan meningkatkan value hotel.

Macam-Macam Tipe Pengguna Dari Business Intelligence

Berikut yang diberikan adalah empat kunci yang digunakan Business Intelligence System: 1. Analis Data Profesional (The Professional Data Analyst)

Berikut yang diberikan adalah empat kunci yang digunakan Business Intelligence System:

1. Analis Data Profesional (The Professional Data Analyst)

Analis data adalah ahli statistik yang diharuskan untuk menggali lebih dalam persoalan data. Sistem BI membantu mereka mendapatkan wawasan baru untuk mengembangkan strategi bisnis yang unik dan berbeda dari sebelumnya.

2. Pengguna IT (IT Users)

Pengguna IT atau ahli IT juga memiliki peran penting dalam memelihara infrastruktur BI. Mereka diharuskan memiliki kemampuan dalam mengoperasikan semua hal yang terkait dengan BI serta cara memperbaikinya.

3. Kepala perusahaan (The Head of The Company)

Pemilik perusahaan, CEO, atau CXO juga dapat dengan mudah meningkatkan keuntungan bisnis mereka dengan cara meningkatkan efisiensi operasional pada bisnis yang mereka jalani.

4. Pengguna Bisnis (The Business Users)

Pengguna intelijensi bisnis dapat ditemukan dari seluruh organisasi. Terutama ada dua jenis pengguna bisnis

  1. Pengguna intelijen bisnis biasa (Casual user).
  2. Pengguna intelijen bisnis pro (advanced power user).

Perbedaan antara keduanya adalah bahwa power user memiliki kemampuan untuk bekerja dengan set data yang jauh lebih kompleks, sementara pengguna biasa membutuhkan dashboard petunjuk untuk mengevaluasi set data yang telah ditentukan.

Keuntungan Menggunakan Business Intelligence

Berikut adalah keuntungan apabila sebuah bisnis menggunakan teknologi business intelligence:

1. Mempercepat Produktivitas

Dengan program BI, bisnis dapat membuat laporan dengan sekali klik dan tentu ini akan menghemat banyak waktu serta sumber daya. Ini juga memungkinkan karyawan menjadi lebih produktif dalam tugas-tugas mereka karena kemudahan yang ditawarkan.

2. Meningkatkan Visibilitas

BI juga membantu meningkatkan visibilitas proses-proses data dan memungkinkannya mengidentifikasi setiap area yang perlu diperhatikan lebih lanjut agar perusahaan dapat mengetahui dimana letak kekurangan mereka melalui data yang ditampilkan.

3. Memperbaiki Akuntabilitas

Sistem BI menetapkan akuntabilitas dalam organisasi, karena harus ada seseorang yang memiliki kemampuan akuntabilitas yang baik serta kepemilikan atas kinerja organisasi terhadap tujuan yang telah ditetapkan.

4. Memiliki Sudut Pandang Khusus

Sistem BI juga membantu organisasi sebagai pembuat keputusan untuk mendapatkan pandangan khusus secara keseluruhan melalui fitur BI yang khas seperti dasbor dan scorecards.

5. Menyimpulkan Proses Bisnis

BI akan menghilangkan kompleksitas yang terkait dengan proses bisnis manual. BI juga secara langsung akan mengotomatisasikan semua analitik data dengan memberikan analisis prediktif yang hebat, pemodelan komputer yang nyata, benchmarking, dan lain sebagainya.

6. Mendapatkan Analitik yang Mudah

Aplikasi BI telah mendemokrasikan penggunaannya, yang memungkinkan pengguna non-teknis atau non-analis untuk mengumpulkan dan memproses data dengan cepat.

Kekurangan Menggunakan Business Intelligence

Selain keuntungan yang didapatkan, Anda juga tidak boleh lupa bahwa Business Intelligence memiliki kekurangan yang mungkin tidak Anda ketahui.

1. Biaya yang Cukup Mahal

Business Intelligence sebenarnya terbukti mahal untuk perusahaan kecil maupun menengah yang belum memiliki income yang cukup. Penggunaan jenis sistem semacam itu mungkin mahal untuk transaksi bisnis yang dilakukan secara rutin.

2. Kompleksitas yang Rumit

Kelemahan lain dari BI adalah kompleksitasnya dalam implementasi data warehouse. Ini bisa menjadi hal yang sangat rumit sehingga bisa membuat analyst bisnis menjadi kaku dalam meggunakannya.

3. Penggunaan Terbatas

Seperti semua teknologi, BI pertama kali didirikan dengan mempertimbangkan kompetensi pembelian perusahaan. Oleh karena itu, kebanyakan sistem BI belum terjangkau bagi banyak perusahaan kecil dan menengah.

4. Memakan Waktu Dalam Pengimplementasian

Dibutuhkan hampir satu setengah tahun untuk data warehouse agar seluruh data sepenuhnya dapat diimplementasikan dengan baik. Oleh karena itu, ini merupakan proses yang panjang karena memakan waktu cukup lama.

Tren Business Intelligence Saat Ini

Berikut ini adalah tren terkait dengan Business Intelligence yang perlu Anda ketahui:  Artificial Intelligence: Laporan Gartner menunjukkan bahwa AI dan pembelajaran mesin kini akan mengambil alih tugas yang dianggap rumit oleh manusia sehingga dapat dilakukan oleh robot.
Berikut ini adalah tren terkait dengan Business Intelligence yang perlu Anda ketahui:
  • Artificial Intelligence: Laporan Gartner menunjukkan bahwa AI dan pembelajaran mesin kini akan mengambil alih tugas yang dianggap rumit oleh manusia sehingga dapat dilakukan oleh robot.
  • Collaborative BI: Aplikasi BI dikombinasikan dengan alat kolaborasi, termasuk media sosial, dan teknologi terbaru lainnya yang berupaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
  • Embedded BI: Embedded BI memungkinkan integrasi perangkat lunak BI atau beberapa fiturnya ke dalam aplikasi bisnis lain untuk meningkatkan dan memperluas fungsionalitas pelaporannya.
  • Cloud Analytics: Aplikasi BI akan segera ditawarkan berbasis cloud (internet) sehingga dapat diakses dimanapun, dan akan lebih banyak bisnis yang beralih ke teknologi ini. Sesuai prediksi, dalam beberapa tahun pengeluaran untuk analisis berbasis cloud akan tumbuh 4,5 kali lebih cepat.

Kesimpulan Mengenai Business Intelligence

  • BI adalah serangkaian proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna yang akan mendorong tindakan bisnis menjadi lebih menguntungkan.
  • Sistem BI akan membantu bisnis untuk mengidentifikasi tren pasar dan menemukan masalah bisnis yang perlu ditangani dalam kurun waktu tertentu.
  • Teknologi BI dapat digunakan oleh seorang data analyst, ahli IT, pengguna bisnis dan kepala perusahaan.
  • Sistem BI membantu organisasi untuk meningkatkan visibilitas, produktivitas, dan memperbaiki akuntabilitas.
  • Kelemahan dari BI adalah prosesnya memakan waktu yang lama karena kompleksitasnya.
Sudah paham mengenai apa itu Business Intelligence? Jika masih bingung silakan berkomentar di bawah ya! Semoga bermanfaat. 

Oleh Kaca Teknologi

Official account of KacaTeknologi.com

Postingan Terkait:

0 Komentar

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *